RUANG LINGKUP INTERAKSI SOSIAL


RUANG LINGKUP INTERAKSI SOSIAL

Apakah Anda tinggal di lingkungan sendirian? Tentu saja tidak. Di lingkungan, Anda pasti memiliki teman. Bagaimanakah Anda dapat berteman dengan orang lain? Hal ini dikarenakan adanya interaksi yang Anda lakukan. Dengan adanya interaksi maka makhluk yang satu dengan yang lainnya dapat saling mengerti, sehingga mereka dapat melakukan berbagai kegiatan bersama, seperti gotong royong Dalam melakukan gotong royong tidak mungkin dilakukan sendiri, sehingga setiap manusia di muka bumi tentunya melakukan interaksi sosial.

1.      Pengertian interaksi sosial
Anda tentu tahu bagaimana manusia zaman Prasejarah hidup. Di mana sepanjang waktu, kehidupan mereka terus berubah menjadi lebih maju dan kompleks. Seiring dengan meningkatnya jumlah populasi, meningkat pula interaksi yang mereka lakukan. Misalnya saja dalam bertahan hidup. manusia melakukan interaksi dengan cara membentuk kelompok. interaksi tersebut terlihat dari upaya mereka dalam mencari bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan. Mereka saling berbagi tugas, seperti adanya yang berburu, mengumpulkan buah-buahan di hutan, dan sebagainya. Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia selalu melakukan interaksi sosial.
Apa yang Anda ketahui tentang interaksi sosial? Kimball Young mendefinisikan interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial. Tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Oleh karena itu, interaksi sosial menjadi syarat utama terjadinya aktivitas social. Adapun Soerjono Soekanto mendefinisikan interaksi sosial adalah bentuk yang tampak ketika orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia mengadakan hubungan satu dengan yang lain terutama mengetengahkan kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial sebaga unsur-unsur pokok dari struktur social. Jadi, dapat dikatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan social yang sifatnya dinamis antara seorang individu dengan individu lain, antara seorang individu dengan suatu kelompok sosial tertentu, atau antara kelompok sosial yang satu dengan kelompok sosial lainnya.
Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, manusia selalu melakukan interaksi dengan yang lainnya. Adapun interaksi dalam kehidupan sosial memiliki tujuan. Berikut tujuan dari interaksi sosial.
a.       Menjaiin hubungan persahabatan.
b.       Menjalin hubungan usaha.
c.        Mendiskusikan sebuah persoalan.
d.       Melakukan kerja sama.
Apakah setiap tindakan yang dilakukan manusia dapat dikatakan sebagai interaksi sosial. Interaksi sosial dapat dikatakan sebagai hubungan timbal balik. Hal Ini karena dalam interaksi sosial terdapat aksi dan reaksi dari individu yang berinteraksi. Interaksi sosial terjadi apabila satu individu melakukan tindakan, sehingga menimbulkan reaksi dari individu-individu lain. Berbeda apabila Anda bertemu dengan orang tanpa melakukan tindakan yang dapat memunculkan reaksi. Peristiwa tersebut tidak dapat dikatakan sebagai interaksi sosial. Tindakan yang bagaimanakah dapat dikatakan sebagai interaksi sosial? Suatu tindakan manusia dikatakan sebagai interaksi sosial dengan melihat ciri-ciri atau karakteristik dari interaksi sosial tersebut.
Di mana ciri-ciri dari interaksi sosial, Sebagai berikut.
a.     Melibatkan lebih dari satu orang.
b.    Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial.
c.     Memiliki maksud dan tujuan yang jelas.
d.    Ada dimensi waktu yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung.

2.      Kaitan interaksi sosial dengan proses dan keselarasan sosial
Manusia dalam kehidupan bersama. baik individu dengan individu, kelompok-kelompok, maupun individu dengan kelompok, senantiasa terdapat interaksi sosial. Misalkan saja, suatu ketika seorang guru meminta tolong pada muridnya untuk menghapus tulisan di papan tulis, berarti telah terjadi interaksi sosial antara guru dengan murid. Di mana interaksi sosial tersebut menimbulkan proses sosial.
 interaksi sosial merupakan inti dari kehidupan sosial. Tanpa interaksi sosial, tidak mungkin ada kehidupan sosial (masyarakat). Karena ada interaksi sosial, terbentuklah kehidupan bersama. Dari adanya kehidupan bersama itulah timbul proses social. Apa itu proses sosial? Proses sosial adalah hubungan timbal balik antara bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat mrglalui interaksianta individu. Proses sosial dapat dikatakan sebagai cara-cara berhubungan dalam kehidupan masyarakat yang dapat dilihat apabila individu atau kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut. Interaksi sosial yang menimbulkan proses sosial dapat terjadi pada seorang murid dengan anggota kelasnya. Misalkan saja ada seorang siswa baru di kelas. Hari pertama masuk, dia mungkin akan berbicara (artinya dia melakukan interaksi) dengan teman di kiri dan kanannya. Dari hari ke hari, dia akan berinteraksi dengan siswa lainnya, saling menyesuaikan diri dan memengaruhi. Karena kedua pihak saling memengaruhi, maka setiap siswa akan tahu kelebihan dan kelemahan dari siswa satu dengan yang lainnya. Kemudian, siswa baru itu pun akan mengenal keadaan di kelas. Dari seorang siswa baru, Iama-kelamaan dia menjadi bagian tak terpisahkan dari anggota kelas. Dengan demikian, interaksi sosial berkaitan erat dengan terjadinya proses sosial.
Interaksi sosial merupakan dasar dan bentuk umum dari suatu proses sosial. Tanpa adanya interaksi sosial, tidak akan 'ada kehidupan bersama. Proses sosial erat kaitannya dengan interaksi sosial. Oleh karena itu, interaksi sosial berpengaruh besar terhadap terbentuknya keselarasan sosial masyarakat yang bersangkutan. Melalui interaksi sosial, manusia saling bekerja sama, menghargai, menghdrmati, hidup rukun, dan gotong royong. Sikap-sikap tersebut mampu menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya keselarasan sosial.
Tahukah Anda keteraturan sosial? Keteraturan sosial merupakan suatu kondisi yang sendi-sendi kehidupan bermasyarakatnya berjalan tertib dan teratur sehingga tujuan kehidupan bermasyarakat dapat tercapai. Adanya keteraturan sosial akan menyebabkan pula munculnya ketertiban sosial.
Berikut adalah ciri-ciri terbentuknya ketertiban sosial.
a.     Terdapat suatusistem nilai dan norma yang berlaku.
b.    Individu atau kelompok memahami dan mengetahui nilai dan norma yang berlaku.
c.     Individu atau kelompok menaati nilai dan norma dengan sebaik-baiknya.

Apabila aturan-aturan sosial'yang berlaku dipatuhi oleh masyarakat maka akan terbentuk social order. Social order adalah kondisi keteraturan sosial yang tetap dan berlangsung secara terus-menerus. Sebaliknya, jika seseorang bertindak da'n bertingkah laku tidak sesuai dengan aturan-aturan sosial akan menciptakan kondisi yang tidak selaras. Meskipun demikian, tidak selamanya interaksi sosial membentuk keselarasan, namun berpengaruh terhadap terbentuknya keselarasan sosial.

3.      Syarat, faktor, dan pola interaksi sosial
Seperti yang Anda ketahui interaksi akan terjadi jika ada reaksi dari pihak lainnya. Di mana agar reaksi tersebut ada, maka harus dipenuhi syaratnya. Tahukah Anda apa saja syarat dari interaksi sosial?

Berikut adalah syarat terjadinya interaksi sosial.
a.     Kontak sosial
Kata “kontak” berasal dari bahasa Latin con atau cum yang artinya bersama-sama,dan tango yang berarti menyentuh. Jadi, kontak berarti bersama-sama menyentuh secara fisik, misalnya berjabat tangan. Namun demikian, orang dapat melakukan kontak social melalui pihak-pihak lain, atau dengan mempergunakan sarana tertentu seperti malalui telepon, televise dan sebagainya.
Menurut Karl Mannheim, kontak dapat dibedakan kedalam dua bagian, yaitu kontak primer dan kontak sekunder. Kontak primer adalah kontak yang dikembangkan dalam media tatap muka, sedangkan kontak sekunder terjadi tidak dalam media tatap muka dan ditandai dengan adanya jarak.

Kontak sosial dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, sebagai berikut.
1)    Kontak antarindividu
Hal ini terjadi apabila dua individu bertemu dan terjadi interaksi yang dimulai dari berjabat tangan saling berbicara, ataupun saling bertikai.
2)    Kontak antarkelompok
Hal ini terjadi antara kelompok satu dengan kelompok lain sebagai satu kesatuan bukan merupakan pribadi anggota kelompok yang bersangkutan.
3)    Kontak antara individu dengan kelompok
Bentuk interaksi yang terjadi antara individu dengan sekelompok orang. Misalnya, seorang guru yang mengajar di depan kelas.

b.    Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide atau gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling memengaruhi di antara keduanya.

Komunikasi dapat berlangsung apabila memenuhi syarat, sebagai berikut.
1)    Ada pengirim, yaitu pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
2)    Penerima atau komunikan, yaitu pihak yang menerima pesan dari pihak lain.
3)    Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh setiap pihak kepada pihak lain.
4)    Umpan balik adalah tanggapan dari. penerima pesan atau isi pesan yang disampaikannya.

Seseorang melakukan interaksi sosial karena kebutuhannya. Di mana untuk itu ia melakukan tindakan yang menghasilkan interaksi sosial. Setiap tindakan seseorang selalu didasari oleh faktor-faktor yang mendorongnya. Begitu pula interaksi sosial, berlangsungnya proses interaksi sosial didasarkan pada berbagai faktor.

Berikut adalah faktor yang memengaruhi berlangsungnya interaksi sosial.
a.     Sugesti .
Sugesti adalah pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut mengikuti pandangan/pengaruh tersebut tanpa berpikir panjang. Dengan demikian, penerima sugesti akan menuruti kehendak pemberi sugesti tanpa berpikir kritis dan rasional.
b.    imitasi
Menurut Gabriel Tarde, imitasi berasal dari kata imitation, yang berarti peniruan. Meskipun manusia memiliki pola dasar masing-masing yang individualis, tetap saja dalam diri manusia ada keinginan untuk meniru seperti orang lain atau kelompok. Jadi, imitasi merupakan proses seseorang mencontoh orang lain atau kelompok. Untuk dapat meniru, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.

Syarat untuk melakukan imitasi, sebagai berikut.
1)    Harus menaruh minat terhadap sesuatu yang akan diimitasi. Minat merupakan syarat dasar dari tiap individu untuk melakukan imitasi. Mustahil melakukan imitasi kepada objek yang tidak kita sukai.
2)    Mengagumi hal-hal yang akan diimitasi. Makna mengagumi adalah sebuah langkah yang lebih tinggi tingkatannya dibanding dengan hanya menyukai.
3)    Harus memberikan penghargaan sosial yang tinggi terhadap objek yang akan menjadi objek imitasi.
4)    Pihak yang akan melakukan imitasi harus memiliki pengetahuan tentang pihak atau sesuatu yang akan diimitasi.

c.     Identifikasi
Identifikasi adalah proses untuk menjadi sama (identik) dengan orang lain. Proses identifikasi erat kaitannya dengan imitasi. Apabila proses meniru (imitasi) sudah sangat mendalam, maka terjadilah identifikasi. Imitasi biasanya berlaku sesaat atau sementara, sedangkan identifikasi bersifat permanen. Oleh karena itu, identifikasi dapat menjadi bagian dari kepribadian seseorang.
d.    Simpati
Simpati adalah perasaan tertarik yang tlmbul dalam diri seseorang dan membuatnya merasa seolah-olah berada dalam keadaan orang lain Ketertarikan itu disebabkan oleh sikap, penampilan, wibawa, atau tindakan. Misalnya. teman sekelas Anda meniadl juara karya ilmiah remaja tingkat nasional. kemudian Anda mengucapkan selamat dan menyatakan ikut bangga atas prestasi yang ia peroleh
e.     Motivasi
Motivasi adalah dorongan atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain, sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivaslkan secara kritis. Rasional dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi dapat diberikan oleh seorang individu kepada individu lain. seorang individu kepada kelompok, atau kelampok kepada kelompok lain.
f.       Empati
Empati pada dasarnya sebagai proses kelanjutan dari simpati. Empati adalah proses kejiwaan seorang individu untuk larut dalam perasaan orang lain, baik suka maupun duka. Contoh ketika kita melihat anak kecil kehilangan orang tuanya karena bencana maka tidak terasa kita ikut menangis dan merasakan deritanya (simpati), sehingga kita ingin membantu meringankan penderitaannya (empati). Adanya syarat dan faktor yang terpenuhi akan menimbulkan interaksi sosial di masyarakat. Di dalam kehidupan masyarakat terdapat tiga pola interaksi sosial.

Pola-pola interaksi sosial itu. sebagai berikut
a.     Interaksi antara individu dengan individu
lnteraksi antardua individu diawali dengan adanya pengaruh, dorongan atau stimulus yang diberikan oleh salah satu dari individu tersebut. Kemudian, individu yang lainnya akan memberikan reaksi, tanggapan atau respons. Adapun wujud interaksi ini dapat berupa berjabat tangan, tegur sapa, dan bercakap-cakap. Dalam interaksi individu dengan individu, sering terjadi perbedaan pendapat, karena menyangkut pribadi masing-masing. Misalnya saja. Anda bertemu dengan teman Anda di jalan, kemudian Anda menyapanya dan berjabat tangan. Selanjutnya, Anda pasti akan berbicara dengannya. Dengan demikian, Anda dan teman Anda telah melakukan interaksi sosial antarindividu.
b.    Interaksi antara individu dengan kelompok
Pada interaksi ini, seorang individu dapat berperan sebagai inspirator dan motivator. Dalam hal ini, individu akan dihadapkan pada sekelompok orang dalam berbagai kondisi dan kepentingan. Misalnya seorang siswa sedang belajar bersama atau berdiskusi dalam kelompok belajarnya. Kegiatan belajar bersama dan berdiskusi merupakan contoh kontak sosial individu dengan kelompok.
c.     interaksi antara kelompok dengan kelompok
Interaksi sosial antara satu kelompok dengan kelompok lainnya terjadi sebagai suatu kesatuan dan bukan menyangkut pribadipribadi sebagai anggota dari kelompok yang bersangkutan. Misalnya, Anda sedang bertanding sepak bola dengan sekolah lainnya. Di mana setiap tim merupakan perwakilan dari sekolahnya masing-maslng. Pertandingan antartim sekolah tersebut akan menyebabkan interaksi antara kelompok dengan kelompok

Comments

Popular posts from this blog

DINAMIKA KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

Cara Mengisi Garis Pinggir di Ms. Word