KEADAAN ALAM INDONESIA
KEADAAN ALAM INDONESIA
Indonesia adalah negara yang memiliki
letak strategis. Selain itu, wilayahnya yang berbentuk kepulauan menyebabkan
keadaan alam indonesia semakin bervariasi. Oleh karena itu, kita yang tinggal
di Indonesia harus bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa karena telah
menciptakan alam yang begitu indah.
Keadaan alam lndonesia dapat
dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kondisi fisik serta flora dan faunanya.
Kondisi fisik tentunya berkaitan dengan keadaan iklim, bentuk permukaan bumi,
dan sebagainya. Adapun flora dan fauna di Indonesia sangat beragam. Di mana
tidak
setiap wilayah memiliki flora dan
fauna yang sama. Karena itulah, lndonesia memiliki keadaan alam yang sangat
indah.
Tahukah Anda bagaimana keadaan alam
Indonesia? Berikut adalah kondisi fisik WiIayah lndonesia serta persebaran
flora dan faunanya.
1. Keadaan Fisik Wilayah Indonesia
Keadaan fisik lndonesia sangat bervariasi. Hal ini berkaitan
dengan letak dan posisinya di permukaan bumi. Di mana keadaan fisik wilayah
lndonesia dapat diketahui dari kondisi geologi bentuk muka bumi, dan keadaan
iklimnya. Adanya kondisi fisik akan memengaruhi kehidupan makhluk yang tinggal
di atasnya.
a. Bentuk muka bumi
Bagaimanakah
bentuk muka bumi itu?Apakah rata? Bentuk muka bumi tidak rata sepert. yang
terlihat pada gambar. Hal ini dikarenakan di permukaan bumi, ada baglan yang
menonjol ke atas, ada pula bagian yang cekung ke bawah. Bagian yang menonjol ke
atas dapat berupa gunung, pegunungan, dataran tinggi, bukit, dan sebagainya.
Bagian yang cekung dapat berupa ngarai, lembah, danau, sungai, rawa, dan
sebagainya. Kenampakan tinggi rendahnya muka bumi tersebut dinamakan relief
muka bumi. Keberagaman bentuk muka bumi dipengaruhi oleh tenaga yang bekerja
pada bumi yang disebut dengan tenaga geologi. Tenaga geologi pada dasarnya
dibedakan atas dua macam, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga
endogen merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi dan mempunyai sifat
membangun. Sebaliknya, tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar
permukaan bumi dan memiliki sifat merusak permukaan bumi. & Bagaimanakah
bentuk muka bumi itu? Bentuk muka bumi dapat dilihat dari daratan dan perairan.
Berikut
akan dijelaskan mengenai bentukbentuk muka bumi.
1) Bentuk muka bumi di daratan
Coba
perhatikan lingkungan di sekitar Anda! Apa yang Anda lihat? Anda pasti akan
melihat bentukan bumi yang beragam., Jika Anda tinggal di daerah pedesaan, Anda
pasti akan melihat kenampakan gunung dari kejauhan. Gunung merupakan salah satu
ragam bentuk muka bumi di daratan. Gunung memiliki ketinggian lebih tinggi jika
dibandingkan daerah dataran rehdah. Apakah bentuk muka bumi di daratan hanya
gunung dan dataran rendah? Tidak.
Berikut
adalah bentuk muka bumi di daratan.
a) Dataran tinggi Dataran tinggi adalah
daerah datar yang memiliki ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaan
laut (dpl). Dataran tinggi dapat dimanfaatkan untuk perkebunan maupun tempat
peristirahatan. Selain itu, dataran tinggi digunakan untuk menanam tanaman
jenis sayuran dan buah-buahan. Beberapa dataran tinggi di Indonesia, antara
lain Alas (Aceh), Kerinci (Sumatra Barat), Dieng (Jawa Tengah), Tengger (Jawa
TImur), Bone (Sulawesi Selatan), dan Minahasa (Sulawesi Utara).
b) Gunung
Gunung
merupakan bentukan alam berupa bukit-bukit dengan ketinggian lebih dari 1.500
meter dpl. Gunung dapat dijadikan sebagai tempat perkebunan, rekreasi atau
olahraga, dan juga berfungsi untuk melindungi dataran rendah dari angin besar.
Gunung
yang ada di lndonesia dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
(1) Gunung berapi lndonesia merupakan
negara yang dilewati jalur Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania yang
mengakibatkan banyaknya gunung berapi yang ada di kawasan tersebut. Gunung
berapi merupakan gunung yang masih aktif dan sewaktu-waktudapat meletus.
Adapun
gunung berapi yang ada di Indonesia adalah Gunung Merapi (Jawa Tengah), Gunung
Tangkuban Perahu (Jawa Barat), Gunung Agung dan Gunung Batur (Bali), dan Gunung
Kerinci (Nusa Tenggara Barat).
(2) Gunung tidak berapi
Di
indonesia juga terdapat banyak gunung yang tidak berapi. Gunung tidak berapi
merupakan gunung yang sudah tidak aktif lagi. Gunung tidak berapi sangat kecil
kemungkinannya untuk meletus. Gunung tidak berapi sering juga disebut gunung
mati. Contoh gunung tidak berapi adalah Gunung Muria (Jawa Tengah) Gunung
Tambora (NTB), dan Gunung Melawan (Kalimantan Tengah).
c) Pegunungan
lPegunungan
adalah bagian dari daratan yang merupakan kumpulan deretan dari gunung dengan
ketinggian 700 m di atas permukaan laut (dp|)IDi W ada dua jalur pegunungan
dunia yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania Rangkaian sirkum Pasifik
berawal dari Kepulauan Indonesia, Filipina, dan Jepang. Kemudian ke arah Rusia,
menyeberang ke arah timur Alaska, pesisir barat Amerika Tengah. Sampai ke
pesisir barat Amerika Selatan. Sirkum Mediterania memanjang dari Indonesia,
terus berlanjut ke arah barat menuju jalur Pegunungan Himalaya, Mediterania,
dan Atlantik
d) Dataran rendah
Dataran
rendah adalah bagian dari permukaan bumi dengan letak ketinggian 0-200 m di
atas permukaan laut (dpl) yang bermanfaat sebagai lahan pertanian, perikanan,
permukiman, dan peternakan. Ibu kota provinsi di Indonesia hampir semuanya berada
di dataran rendah dan dekat dengan laut. Seperti kota Jakarta, Surabaya, dan
Pontianak.
e) Daerah pesisir pantai
Pesisir
pantai merupakan tempat bertemunya wilayah daratan dan lautan. Adapun ke arah darat,
pesisir pantai meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air.
Pesisir dipengaruhi sifat-sifat laut, seperti pasang surut dan perembesan air garam
dengan salinitas cukup tinggi.
Di
pesisir pantai sering ditemukan beragam bentukan muka bumi, sebagai berikut.
(1) Tanjung, yaitu wilayah daratan yang
menjorok ke arah lautan lepas. Jika Ukurannya sangat luas dinamakan
semenanjung. Tanjung banyak dimanfaatkan untuk membangun pelabuhan.
(2) Teluk, yaitu laut yang bentuknya
cekung ke arah daratan. Contohnya, Teluk Bone dan Teluk Tomini.
(3) Delta, yaitu wilayah daratan luas di
sekitar daerah muara sungai. Delta terbentuk karena adanya proses sedimentasi
dalam jangka waktu yang lama.
2) Bentuk muka bumi di perairan
Kenampakan
alam yang ada di perairan, sebagai berikut.
a) Pantai
Pantai
adalah dataran yang berbatasan dengan laut yang bermanfaat sebagai tempat
pariwisata, perikanan, dan hutan bakau.
b) Sungai
Sungai-sungai
besar pada umumnya terletak di pulau yang besar pula, seperti Pulau Jawa, Pulau
Sumatra, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Pulau Papua. Sungai dimanfaatkan
sebagai tenaga pembangkit listrik dan sarana kebutuhan hidup penduduk. Sungai
juga dapat berfungsi sebagai alattransportasi seperti di Kalimantan. Danau
c) Danau
Danau adalah
genangan air yang amat luas yang dikelilingi daratan. Danau digunakan untuk
tempat pariwisata.
d) Selat
Selat
adalah perairan atau laut semp|t yang menghubUngkan dua buah pulau. Indonesia mempunyai
banyak sekali selat. Anda tahu kenapa? Ya betul, karena indonesia adalah negara
kepulauan. Beberapa selat di Indonesia, antara lain Selat Sunda. Selat
Karimata, Selat Bali, Selat Makassar, Selat Badung, Selat Berhala, dan Selat
Rote.
e) Laut
Laut
merupakan perairan yang sangat luas. Indonesia memiliki wilayah perairan yang
luas sehingga mendapat julukan negara maritim. Di mana bentuk muka bumi tidak
hanya terlihat di daratan saja. akan tetapi di dasar laut juga terdapat bentuk muka
bumi.
Adapun
bentuk muka bumi di laut, sebagai berikut.
(1) Bagian dasar abisai merupakan dasar
Iaut atau samudra dengan kedalaman kurang dari 3.000 meter.
(2) Taman laut merupakan bentukan dasar
laut yang memiliki beragam makhluk hidup. Taman laut yang terkenal di Indonesia.
yaitu Taman Laut Bunaken.
(3) Lubuk laut. meliputi basin dan patung
laut yang merupakan cekungan dasar laut yang curam.
(4) lgir atau pegunungan tengah samudra
merupakan jalur gunung api di tengahtengah samudra dengan arah memanjang.
(5) Punggung laut merupakan barisan
pegunungan di dasar laut yang terletak di antara dua lempeng litosfer yang
bergerak saling menjauh.
(6) Gunung laut merupakan gunung di dasar
laut yang tidak menyembul ke permukaan laut.
(7) Atol merupakan terumbu karang
berbentuk cincin atau sepatu (tapal) kuda.
b. lklim di Indonesia
Masih
ingatkah Anda dampak dari letak astronomis lndonesia? Ya. Salah satu dampaknya
adalah lndonesia terletak di daerah tropis. Di mana daerah tropis terletak di
antara 0°LU-23,50LU dan 00LS-23,50LS.
Bagaimanakah
iklim tropis di Indonesia?
Iklim
tropis di Indonesia memiliki ciri-ciri, sebagai berikut.
1) Memiliki curah hujan yang tinggi
2) Memiliki hutan hujan tropis yang luas
dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
3) Menerima penyinaran matahari
sepanjang tahun.
4) Banyak terjadi penguapan sehingga
kelembapan udara cukup tinggi.
Tahukah
Anda apa yang memengaruhi iklim di Indonesia? Secara umum, keadaan iklim di
Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim. Apa sajakah ketiga iklim tersebut?
Ketiga
iklim yang memengaruhi iklim di Indonesia, sebagai berikut.
1) Iklim musim
Iklim
musim, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh angin musim yang berubahubah setiap
periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah enam bulan.
2) Iklim tropis
iklim
tropis merupakan iklim yang terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis.
Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya
hujan.
3) Iklim laut
Iklim laut,
yaitu iklim yang terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang luas,
sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkan terjadinya
hujan.
Berbagai jenis iklim tersebut
berdampak pada tingginya curah hujan di Indonesia. Kondisi curah hujan yang
besar ditunjang dengan penyinaran matahari yang cukup membuat Indonesia sangat
cocok untuk kegiatan pertanian, sehingga mampu memenuhi kebutuhan penduduk akan
pangan. Seperti yang Anda ketahui, bahwa Indonesia adalah negara yang beriklim
tropis. Karena iklimnya topis, maka Indonesia hanya mengenai dua musim saja.
Adapun kedua musim tersebut, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kedua musim
yang ada di Indonesia dipengaruhi oleh angin muson. Perubahan letak terbitnya
matahari berpengaruh terhadap intensitas cahaya matahari pada wilayah yang
berkaitan langsung dengan tempat lintasan peredaran semu matahari tersebut.
Salah satu akibat dari peredaran semu tahunan matahari adalah terjadinya
perubahan gerakan angin yang dikenal dengan nama angin muson. Angin muson
adalah angin yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara samudra
dan benua. Di mana angin muson ini bertiup setiap enam bulan sekali dan selalu
berganti arah. Pergantian arah angin muson inilah yang menyebabkan bergantinya
musim di Indonesia.
Berikut adalah pengaruh angin muson
terhadap musim di Indonesia
1) Angin muson menyebabkan musim hujan
Pada saat musim hujan di Indonesia, angin muson yang bergerak dari Samudra
Pasifik menuju wilayah Indonesia dibelokkan oleh gaya coriolis, sehingga
berubah arahnya menjadi angin barat atau disebut angin muson barat. Pada saat
bergerak menuju wilayah Indonesia, angin muson dari Samudra Pasifik telah
membawa banyak uap air, sehingga diturunkan sebagai hujan di Indonesia.
Musim hujan
memiliki pengaruh besar bagi masyarakat yang bermata pencaharian terkait dengan
alam. Adapun pengaruh musim hujan bagi masyarakat di Indonesia, salah satunya
adalah untuk persiapan bercocok tanam, seperti yang anda ketahui bahwa sebagian
besar masyarakat Indonesia memiliki mata pencaharian di sector agraris. Dimana dengan
adanya musim hujan, maka petani Indonesia mulai menyiapkan lahannya atau sawah
untuk bercocok tanam. Sawah merupakan bentuk pertanian pada lahan basah. Jenis tanaman
yang ditanam adalah yang membutuhkan air pada awal pertumbuhannya, contohnya
padi
Hal tersebut
bereda dengan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Pada musim hujan,
nelayan Indonesia justru mengurangi frekuensi melaut. Hal tersebut dikarenakan
biasanya pada saat musim hujan sering terjadi cuaca buruk dan gelombang laut
yang cukup besar, sehingga membahayakan nelayan. Ikan juga lebih sulit
ditangkap, sehingga terjadi kelangkaan pasokan ikan dan akibatnya harga ikan
lebih mahal dari biasanya.

2) Angina muson menyebabkan musim
kemarau. Peristiwa sebaiknya terjadi pada saat musim kemarau. Pada saat itu, angina
muson dari Benua Australia atau disebut angina timur yang bertekanan maksimum
bergeerak menuju Benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia.
Karena Benua Australia sekitar 2/3 wilayahnya berupa gurun, maka udara yang
bergerak relative sedikit mengandung uap air. Selain itu, udara tadi hanya
melewati wilayah lautan yang sempit antara Australia dan Indonesia, sehingga
sedikit pula uap yang dikandungnya. Pada saat itu, di Indonesia terjadi musim
kemarau.
Musim
kemarau juga berpengaruh bagi petani dan nelayan pada umumnya. Pada saat musim
kemarau, sebagian petani terpaksa membiarkan lahannya tidak ditanami karena tidak
adanya pasokan air. Akan tetapi, lahan tersebut sebenarnya masih dapat ditanami
dengan mengandalkan air dari sungai atau dari saluran irigasi. Selain itu,
petani juga masih dapat bercocok tanam walaupun tidak ada air yang cukup dengan
memilih jenis tanaman atau varietas yang tidak memerlukan banyak air. Berbeda
dengan para petani, pada saat musim kemarau para nelayan justru lebih sering
melaut. Pada saat musim kemarau, nelayan dapat mencari ikan di laut tanpa
banyak terganggu oleh cuaca yang buruk. Hasil tangkapan ikan juga biasanya
lebih besar dibanding musim hujan, sehingga pasokan ikan juga cukup berlimpah.

Pemanfaatan
angin muson sebenarnya telah dimanfaatkan sejak zaman dahulu oleh nenek moyang.
Seperti yang Anda ketahui bahwa nenek moyang melakukan perpindahan dari satu
tempat ke tempat lain dengan melakukan pelayaran. Pola angin muson yang
bergerak menuju wilayah indonesia pada saat angin barat dimanfaatkan oleh nenek
moyang bangsa indonesia untuk melakukan perpindahan atau migrasi dari Asia ke berbagai
wilayah di indonesia. Hal ini dikarenakan perahu yang digunakan untuk melakukan
migrasi tersebut masih sangat sederhana dan pada saat itu masih mengandalkan
kekuatan angin, sehingga arah gerakannya mengikuti arah gerakan angin muson.
Keadaan
iklim pada saat nenek moyang datang ke Indonesia tidak berbeda dengan keadaan
iklim saat ini. Secara umum. keadaan curah hujan di lndonesia tergolong tinggi
tetapi tidak merata. Ada wilayah yang sangat tinggi curah hujannya, tetapi ada
yang sangat rendah. Sebaran curah hujan yang tinggi berada di wilayah Papua,
terutama Papua Barat, sedangkan curah hujan yang rendah tersebar di wilayah
Nusa Tenggara dan Sulawesi Utara.
Comments
Post a Comment